Senin, 25 Juni 2012

SEJARAH SINGKAT GELANGGANG REMAJA JAKARTA SELATAN

Gelanggang Remaja Jakarta Selatan  dikenal dengan nama ”YOUTH CENTRE” adalah tempat untuk menampung kegiatan olahraga dan seni budaya di kalangan generasi muda. Diresmikan pada tanggal 16 April 1970 oleh Bang Ali Sadikin merupakan Gelanggang  Remaja pertama didirikan di Jakarta.
Pada tanggal 3 Desember 1970 Gedung Olahraga Jakarta Selatan yang dulunya disebut Sport Hall  diresmikan dengan pegawai dari PNS Dinas Olahraga dan pada tanggal 2 Juni 1971 menyusul Kolam Renang Bulungan dengan pegawai dari PNS Dinas Olahraga dan Sudin Olahraga Jakarta Selatan.
 
Status kepegawaian Gelanggang Remaja Jakarta Selatan dengan terbitnya SK. Gubernur Nomor 1664 Tahun 1991 Tentang Struktur Organisasi Gelanggang Remaja yang meliputi Gelanggang Remaja tingkat Kecamatan yang dahulunya disebut Balai Rakyat Kecamatan menginduk ke Gelanggang Remaja Jakarta Selatan dengan status kepegawaian Walikota Jakarta Selatan.
 
Pada tahun 2002, keluarlah SK. Gubernur Nomor 97 Tahun 2002 Tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Olahraga dan Pemuda, maka Gelanggang Remaja Jakarta Selatan statusnya menjadi UPT Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi DKI Jakarta. 

Sejak akhir tahun 2009 Unit Pengelola Gelanggang Remaja Jakarta Selatan mengacu pada Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 223 Tahun 2009 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pengelola Gelanggang Remaja yang dikepalai oleh seorang Kepala Unit.
 
Dalam rangka pengembangan dan peningkatan kegiatan telah dilakukan kerjasama dengan pihak yang dapat bersinergi dan tidak mengikat untuk mencapai sasaran kegiatan sesuai harapan. Dari tahun ke tahun sampai sekarang Unit Pengelola Gelanggang Remaja Jakarta Selatan telah melahirkan seniman-seniman besar dan olahragawan yang berprestasi.
 
Dalam menampung dan menyalurkan minat dan bakat para remaja dapat memanfaatkan fasilitas Gelanggang Remaja dengan kegiatan rutin maupun insidentil terutama bidang kegiatan olahraga dan seni budaya, namun belum semua dapat teralokasikan melalui APBD.
 

Tidak ada komentar: